Gender pada konsep diri matematika,
berpengaruhkah?

Banyak studi
yang dilakukan telah membuktikan bahwa perkembangan kognitif pada anak
dipengaruhi oleh banyak factor yang sangat penting dalam kesuksesan belajar
matematika, dari hasil penelitian tersebut penelitian yang dilakukan oleh Lee
(2009) membuktikan selain factor dasar utama yaitu kemampuan kognitif, afektif
dan motivasi anak ternyata konsep diri juga merupakan factor penting dalam
pembangunan motivasi belajar anak dalam bidang studi matematika. Yang dimaksud
dengan konsep diri disini adalah representasi mental dirisendiri terhadap suatu
kemampuan dalam konteks akademik yang biasanya dibentuk dari pengalaman dan
prestasi serta interaksi antar lingkungan.
Multimedia Pendidikan Matematika : Tugas 2
Di dalam tugas ini kami di instruksikan untuk hunting foto manusia dan bangunan yang harus kami perindah dengan photoshop setelah foto didapatkan. FYI : disini saya menggunakan program Adobe Photoshop CC 2014 dengan Plugin Nik Color Efex Pro 4.
KOMPONEN PROGRAM BIMBINGAN DAN
KONSELING
1. Pelayanan
Dasar
a.
Pengertian
Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian
bantuan kepada seluruh siswa melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur
secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka
mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas
perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil
keputusan dalam menjalani kehidupannya
A
Konsep
Dasar Pembelajaran Berbasis Bimbingan
1.
Konsep
Bimbingan
Bimbingan adalah
usaha sadar secara demokratis dan sungguh-sungguh untuk memberikan bantuan
dengan menyampaikan arahan, panduan, dorongan, dan pertimbangan agar yang
diberi bantuan mampu mengelola, mewujudkan apa yang menjadi harapannya. Shertzer dan Stone (dalam Arif, 2012) megartikan
bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami
diri dan lingkungannya. Kartadinata
(dalam Arif, 2012) mengartikan
bimbingan sebagai proses membantu individu untuk mencapai
A
Masalah-masalah Siswa di Sekolah

Tohirin (2007:
111) mengungkapkan bahwa siswa di sekolah
akan mengalami masalah-masalah yang berkenaan dengan:
1.
Perkembangan individu,
2.
Perbedaan individu dalam hal: kecerdasan, kecakapan, hasil
belajar, bakat, sikap, kebiasaan, pengetahuan, kepribadian, cita-cita,
kebutuhan, minat, pola-pola dan tempo perkembangan, ciri-ciri jasmaniah, dan
latar belakang lingkungan,
3.
Kebutuhan individu dalam hal: memperoleh kasih sayang,
memperoleh hargadiri, memperoleh penghargaan yang sama, ingin dikenal,
memperoleh prestasi dan posisi, untuk dibutuhkan orang lain, merasa bagian dari
kelompok, rasa aman dan perlindungan diri, dan untuk memperoleh kemerdekaan
diri,